Tasikmalaya – Program “Pengabdian kepada Masyarakat” yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada tahun 2025, berhasil menghadirkan dampak signifikan bagi pemberdayaan perempuan desa di Sukamanah, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya.
Artikel ini dipublikasikan pada platform publikasi Media Indonesia, mediaindonesia.com
Baca redaksi ringkasnya di mediaindonesia.com klik disini
Program bertajuk From Local Products to Digital Readiness: Women Empowerment Bootcamp in Sukamanah Village ini dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), yang terdiri dari Prof. B. Lena Nuryanti, M.Pd.; Dr. Dita Amanah, MBA; Drs. Girang Razati, M.Si; Daffa Adipramana; dan Emir Bachtiar dari Program Studi Pendidikan Bisnis.
Tantangan Perempuan Desa di Era Digital
Perempuan desa dan UMKM masih menghadapi keterbatasan literasi digital yang menghambat pemasaran produk lokal. Padahal, mereka memiliki peran penting dalam perekonomian desa. “Pemberdayaan perempuan desa melalui literasi digital adalah strategi penting untuk menciptakan ekonomi berkelanjutan. Dengan keterampilan digital, produk lokal bisa naik kelas,” tegas Prof. B. Lena Nuryanti.
Produk Lokal Jadi Sorotan
Bootcamp/pelatihan diikuti oleh 25 perempuan berusia 24–48 tahun, mayoritas ibu rumah tangga dengan usaha lokal khas Sukamanah:
- Sambal kemasan – kini memiliki label profesional, informasi nutrisi, dan foto produk berkualitas untuk katalog digital.

- Telur asin – yang semula dijual polos, kini hadir dengan branding dan kemasan modern sehingga siap masuk e-commerce.

- Molring – camilan singkong khas, yang mendapat sentuhan desain baru, logo, dan promosi aktif melalui Instagram.


Seorang peserta mengaku lebih percaya diri setelah produknya dipoles ulang. “Dulu hanya jual ke tetangga, sekarang saya berani pasarkan sambal saya lewat Instagram dengan kemasan baru,” ungkapnya.
Peningkatan Keterampilan dan Kepercayaan Diri
Selain praktik pemasaran digital, peserta dilatih menggunakan aplikasi Canva untuk desain promosi. Mereka belajar strategi branding, mengatur WhatsApp Business, serta memahami target konsumen. Menurut Girang Razati, peningkatan bukan hanya soal keterampilan, tetapi juga cara pandang. “Mereka kini berani menyebut diri sebagai pelaku usaha dengan daya saing,” jelasnya.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Hasil penelitian menunjukkan adanya transformasi ekonomi dan sosial. Dari sisi ekonomi, perempuan desa kini mampu menjangkau pasar lebih luas. Dari sisi sosial, kolaborasi lintas generasi tercipta: perempuan muda menguasai promosi digital, sementara generasi lebih tua menjaga kualitas dan resep produk.
Kesimpulan dan Rekomendasi
Tim peneliti menilai, bootcamp singkat ini efektif mengubah pola pikir sekaligus memperkuat kapasitas wirausaha perempuan desa. “Model ini perlu direplikasi di desa-desa lain agar semakin banyak perempuan desa mampu berdaya di era digital,” pungkas Prof. B Lena.





